2 Mei 2013

Solat


Maksudnya sembahyang atau pentunjuk Tuhan Quran atau Janji

Tuhan berfirman :
A056
51:56 Dan (ingatlah) Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah atau memperhambakan diri kepadaKu.
Kalau di katakan sembah Allah atau sembahyang itu tidak dapat paidah kepada Allah , hanya dapat paidah kepada manusia , tapi mengapa di paksa supaya sembah Allah kalau tidak di masukkan kedalam neraka ini berarti ada paidah bagi Allah, kalau di katakan tidak ada paidah bagi Allah tentunya tidak di paksa bukan ? 
A085
37:85 Ketika ia (Nabi Ibrahim) berkata kepada bapanya dan kaumnya: " Apa yang kamu sembah?
A095
37:95 (Nabi Ibrahim) berkata: "Patutkah kamu menyembah benda-benda yang kamu pahat (atau ukir)?
A096
37:96 "Padahal Allah yang menjadikan kamu dan benda-benda yang kamu buat itu!"
A195
7:195 Adakah benda-benda (yang kamu sembah) itu mempunyai kaki yang mereka dapat berjalan dengannya, atau adakah mereka mempunyai tangan yang mereka dapat memegang (menyeksa) dengannya, atau adakah mereka mempunyai mata yang mereka dapat melihat dengannya, atau adakah mereka mempunyai telinga yang mereka dapat mendengar dengannya? Katakanlah (wahai Muhammad): "Panggilah benda-benda yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian kamu semua jalankan tipu daya terhadapku, serta jangan pula kamu bertangguh lagi.

Ayat di atas menujukan bahwa berhala itu bukan saja objek yang berbentuk maklok yang hidup seperti manusia dan binatang yang bernyawa saja, bahkan benda-benda yang mati pun di katakan berhala juga , seperti batu , kayu , meja, kursi ,bangunan rumah baik bangunan rumah batu mau pun bangunan rumah yang di buat dengan tanah karena kesumanya itu di buat oleh manusia,  dan kejadian Tuhan seperti bulan , matahari atau sebagainya  .
A037
41:37 Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah malam dan siang, serta matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan janganlah pula sujud kepada bulan, dan sebaliknya hendaklah kamu sujud kepada Allah yang menciptakannya, kalau betulah kamu hanya beribadat kepada Allah.

Kenapa orang Islam sembah Allah menghadap Kabah sedangkan Kabah itu batu sama dengan orang Hindu?
Bab 40 ayat 9 mengatakan yang bermaksudnya : “mareka menuju kegelapan sapa-sapa sembah asam buti “ (asam buti berarti benda-benda semula jadi , jadi orang hindu menuju kegelapan kalau mareka sembah matahari , sembah api , sebah binatang sembah pokuk sembah batu , dia menuju kegalapan , ayat ini sambung mengatakan : “sapa-sapa yang sembah asam buti lagi masuk kegelapan” (apa itu asam buti ? , yaitu benda-benda yang di buat dengan tangan manusia seperti mija seperti kursi seperti patung berhala , seperti 
Keluaran:
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Imamat :

26:1. "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.

Larangan menyembah sujud menghadapa kepada benda-benda apa pun atau sembah sujud menghadap kepada tugu di sebuat nageri tertentu itu sudah ada sebelum Quran lagi .

Tetapi orang Islam sembah sujud kepada Allah menghadap Kabah di mekah , dan kalau sekiranya Kabah itu hilang sebagaimana kata-kata Ustaz di vdo di atas , orang Islam tetap sembah sujud kepada Allah menghadap nageri mekah .
Orang Kristian orthodox Syuria , sembah sujud ke Jerussalim . karena di sana ada batu dinding ratapan , sebagaiman mekah ada batu bangunan Kabah .

Keluaran:
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Imamat :

26:1. "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.

Larangan menyembah sujud menghadapa kepada benda-benda apa pun atau sembah sujud menghadap kepada tugu di sebuat nageri tertentu itu sudah ada sebelum Quran lagi .

Tetapi orang Islam sembah sujud kepada Allah menghadap Kabah di mekah , dan kalau sekiranya Kabah itu hilang sebagaimana kata-kata Ustaz di vdo di atas , orang Islam tetap sembah sujud kepada Allah menghadap nageri mekah .
Orang Kristian orthodox Syuria , sembah sujud ke Jerussalim . karena di sana ada batu dinding ratapan , sebagaiman mekah ada batu bangunan Kabah .

A005
1:5 Engkaulah sahaja Yang Kami sembah dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.
atau 
1:5 Engkaulah sahaja Yang Kami memperhambakan diri dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.

(1) Kalau kita paham bahwa perkataan na'budu itu maksudnya  kami sembah , berarti perkataan Solat itu maksudnya sembahyang . berarti lagi kami sembah Allah yaitu kami sembahyang .

(2) Dan kalau kita paham bahwa perkataan na'budu itu maksudnya kami memperhambakan diri , berarti perkataan Solat itu maksudnya pentunjuk Tuhan Quran . berarti lagi , kami memperhambakan diri kepada Tuhan yaitu kami taat dan patuh kepada pentunjuk Tuhan Quran . 

apa ada ayat Quran yang memerintah kita supaya kita sembahyang yaitu sembah sujuk kepada Tuhan itu menghadap kepada batu bangunan Kabah di mekah ?

Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .

********
A002
109:2 "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah .
atau
109:2 "Aku tidak akan memperhambakan diri apa yang kamu memperhambakan diri.

(1) Kalau kita paham bahwa perkataan A'budu itu maksudnya  aku sembah , Jadi maksud dalam ayat atas itu "aku tidak sembah sebagaimana yang kamu sembah" berarti : aku sembah batu bangunan Kabah di mekah , kamu sembah batu patung berhala-berhala di merata-rat tempat .

(2) Kalau kita paham bahwa perkataan A'budu itu maksudnya  aku memperhambakan diri , Jadi maksud dalam ayat di atas itu "aku tidak memperhambakan diri sebagaimana yang kamu memperhambakan diri" berarti : aku memperhambakan diri kepada Allah yaitu aku taat dan patuh kepada kitab Tuhan Quran , kamu memperhambakan diri kepada kitab-kitab dari ketua-ketua agama kamu

Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .
********

A097
5:97 Allah menjadikan Kaabah, rumah yang mulia itu, sebagai tempat tumpuan manusia (untuk menjalankan ibadat dan hal-hal hidup), demikian juga bulan-bulan yang mulia, dan binatang-binatang korban, dan kalong-kalong binatang korban itu. Yang demikian itu, supaya kamu ketahui bahawa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahawa sesungguhnya Allah Maha mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

A125
[2:125] Dan, ketika Kami menjadikan Baiti/RUMAH itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim TEMPAT SHALAT. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

A035
8:35 Dan tiadalah Solat mereka di sisi Baiti itu melainkan bersiul-siul dan bertepuk tangan. Oleh itu rasalah kamu (wahai orang kafir) akan azab seksa dengan sebab kekufuran kamu.

Dalam surah 8 ayat 35 di atas itu , maka timbullah satu kekeliruan , tentang orang-orang yang Solat di sisi atau di luar Baitillah atau  Kabah itu di katakan Solat orang kafir, berarti orang-orang yang Solat di dalam Baitillah atau di dalam kabah itu adalah Solat orang beriaman ? .

Dan Kalau di katakan perkataan Baiti atau Kabah itu adalah petunjuk Tuhan maksudnya Quran , maka jadilah  orang-orang kafir itu Solat di luar Quran , berarti orang kafir itu beramal Ibadah mengikut aturan di luar Quran ,  dan orang-orang beriman beramal Ibadah mengikut aturan dalam Quran ?

Memang benar perkataan عِنْدَ di sisi dalam surah 8 ayat 35 itu bukan maksud di luar atau di samping atau di dekat sesuatu itu . sebagaimana firman Tuhan dalam surah 3 ayat 19 :
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الإسْلاَمُ
"agama di sisi Allah adalah Islam"

Jadi perkataan Solat dan Baiti dalam surah 8 ayat 35 ini maksudnya apa ? :
صلاَتُهُمْ عنْدَ البَيْتِ
 "Solat mareka itu di sisi Baiti"


1
Tentang perkataan Baiti dan Kabah itu ada 2 pendapat 
  1. Perkataan Baiti dan Kabah itu maksudnya "pentujuk Tuhan" yang itu kitab-kitab Tuhan , yang tersebut dalam Quran yaitu , Taurat Zabur Injil dan Quran . kalau di katakan Baiti dan Kabah itu maksudnya bangunan Kabah di Mekah untuk di sembah sujud kepada Tuhan, maka sama dengan batu patung berhala yang di sembah sujud kepada Tuhan oleh orang Buza dan Hindu ...
  2. Perkataan Baiti dan Kabah itu maksudnya "batu bangunan Baitillah/rumah Allah atau batu bangunan Kabah di mekah"
Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .

cuba pikirkan ayat di atas itu 
********

2
الصلاة
Perkataan SOLAT = صلاة ini umat Islam berselisih pada 2 pendapat :

Pendapat (1)
Firaman Tuhan :
A043

2:43 Dan dirikanlah Solat dan  zakat, dan rukuklah berserta orang-orang yang rukuk.

Berpendapat , bahwa perkataan
a."dirikanlah Solat" itu bermaksud "tegakan Janji atau petunjuk Tuhan Quran , yaitu mencegahkan diri perbuatan yang keji dan mungkar dan

b."dan Zakat" maksudnya "dan datanglah kebersihan diri dari perbuatan keji dan mungkar itu  :
A045
29:45 Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu al-kitab (Al-Quran), dan dirikanlah Solat ; sesungguhnya Solat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya peringatan Allah (Quran) adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.

c."dan rukuklah berserta orang-orang yang rukuk" maksudnya "dan patuhlah berserta orang-orang yang patuh kepada petunjuk Tuhan Al-Quran .
*****
Pendapat (2)
Firaman Tuhan :
A043

2:43 Dan dirikanlah Solat dan  zakat, dan rukuklah berserta orang-orang yang rukuk.

Berpendapat , bahwa perkataan
a."dirikanlah Solat" itu bermaksud "wajib Sembahyang 5 waktu" dan

b."dan Zakat" maksudnya "wajib mengeluarkan zakat harta setahun sekali setiapa umat Islam, cuntuhnya seperti membayar zakat Fitrah segantang beras kepada Imam Masjid setiap satu Syawal sejak sesaorang itu di lahirkan kedunia sehingga meninggal dunia " . dan

c."dan rukuklah berserta orang-orang yang rukuk" maksudnya "sembahyang berjamaah" .

*** Dan tentang sembahyang berjamaah ini pula berpecah 2 pendapat ***
  1. sembahyang berjamaah itu adalah wajib, berarti sembahyang sendirian itu tidak sah .
  2. sembahyang berjamaah itu bukan wajib hanya sunat , jadi bermaah boleh pahla tinggal berjamaah itu tidak berdusa .
***Dan tentang tempat sembahyang dua hari raya pul berpecah 2 pendapat***
  1. tempatnya di padang karena ikut sunnah Nabi, sembahyang di masjid kafir karena ingkar sunnah Nabi
  2. boleh di padang dan boleh di masjid .
***Dan tentang cara-cara sembahyang pula berpecah 2 pendapat***
  1. membaca Usalli di permulaan sembahyang , membaca wabihamdih ketika rukuk dan sujud , membaca "saidina" dalam memaca tahhiat , membaca "Qunut" dalam sembahyang Subuh, dan sapu muka selepas salam itu , adalah Bid'ah , tiap-tiapa Bid'ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan itu adalah Neraka.
  2. membaca Usalli di permulaan sembahyang , membaca wabihamdih ketika rukuk dan sujud , membaca "saidina" dalam memaca tahhiat , membaca "Qunut" dalam sembahyang Subuh, dan sapu muka selepas salam itu , adalah Bid'ah , tiap-tiapa Bid'ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan itu adalah Neraka.
***Dan tentang tinggal sembahyang dengan sengaja pula berpecah 2 pendapat***
  1. meninggalkan sembahyang dengan sengaja adalah Kafir 
  2. meninggalkan sembahyang dengan sengaa itu tidak kafir hanya berdosa .
 Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .
******

3
Tentang Tuhan itu ada tapi di mana adanya
ada 2 pendapat
  1. Tuhan berada di langit yang ketujuh di atas Arasy dan Arasy itu berada tepat atau kebetulan dengan Kabah di Mekah, karena Nabi Muhammad saw Isra' Mi'raj bertemu dengan Tuhannya di langit yang ketujuh untuk menerima sembahyang lima waktu itu, kalau ada orang yang berkata "Tuhan itu ada tapi tidak tahu di mana adanya" itu, adalah kafir, karena mareka tidak tahu di mana adanya Tuhannya itu.
  2. Tuhan itu tetap ada tetapi kita tidak tahu di mana adanya, kalau ada orang yang berkata "Tuhan itu berada di langit yang ketujuh di atas Arasya" itu , adalah kafir , karena mareka menyerupai Tuhan dengan manusia seperti kita, karena manusia ada orang yang tahu di mana dia berada cuntuhnya raja, jadi raja itu ada orang yang tahu di mana raja itu berada dan boleh lah dia sembah sujud kepadanya  ketika dia pergi mengadap kepada rajanya itu. Ada pun bagi kita yang tidak tahu di mana raja itu berada , tentunya kita tidak boleh sembah sujud kepada rajanya itu karena kita tidak tahu di mana adanya rajanya itu , hanya kita taat dan patuh kepada apa perintah dan larangan dari rajanya itu yang di sampaikan oleh utusan rajanya itu sebagaimana berlaku di nagara-nagara yang beraja .
 Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .
******

Tetapi sembahyang dalam Kristian bukan bersifat wajib , hanya untuk di hayati lebih sebagai displinkan ruhani bukan hal yang wajib sebagaimana sembahyang dalam Islam adalah sebagai bersifat wajib sehingga ada sebahgian Ulama Islam terutama Islam dari golongan kaum Wahabi berkata "beza Islam dengan Kafir adalah tinggal sembahyang"
*******

4
Tentang ikut sunnah Nabi
ada 2 pendapat
  1. ikut sunnah Nabi adalah ikut Quran karena Nabi hanya mengikuti Quran yang di wahyukan kepadanya sebagai peratuaran Allah/sunnatullah kepadanyaA038
    33:38 Tidaklah ada sebarang keberatan yang ditanggung oleh Nabi dalam melaksanakan perkara yang telah ditetapkan Allah baginya. (Yang demikian itu) adalah menurut peraturan Allah/sunnah allah yang tetap, yang berlaku juga kepada Nabi-nabi yang telah lalu. Dan (ingatlah) perintah Allah itu adalah satu ketetapan yang ditentukan berlakunya. 
  2. ikut sunnah Nabi adalah ikut dalam kitab-kitab Ulama Hadis seperti kitab Hadis Bukhari, Muslim dll
 Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .

******
5
Tentang Haram
ada 2 pendapat
  1. semuanya adalah Halal kecuwali ada dalil Haram dalam kitab Quran yang meharamkanya :
    A087
    5:87 Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu haramkan benda-benda yang baik-baik yang telah dihalalkan oleh Allah bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas (pada apa yang telah ditetapkan halalnya itu); kerana sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.
    A059
    10:59 Katakanlah (kepada kaum yang mengada-adakan sesuatu hukum): "Sudahkah kamu nampak baik-buruknya sesuatu yang diturunkan Allah untuk manfaat kamu itu sehingga dapat kamu jadikan sebahagian daripadanya haram, dan sebahagian lagi halal?" Katakanlah lagi (kepada mereka): "Adakah Allah izinkan bagi kamu berbuat demikian, atau kamu hanya mengada-adakan secara dusta terhadap Allah?".
    A115
    16:115 Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan (1) bangkai, dan (2) darah, dan (3) daging babi, dan (4) binatang yang disembelih tidak kerana Allah maka sesiapa terpaksa (memakannya kerana darurat) sedang ia tidak mengingininya dan tidak melampaui batas (pada kadar benda yang dimakan itu, maka tidaklah ia berdosa), sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
    A116
    16:116 Dan janganlah kamu berdusta dengan sebab apa yang disifatkan oleh lidah kamu: "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan sesuatu yang dusta terhadap Allah; sesungguhnya orang-orang yang berdusta terhadap Allah tidak akan berjaya.

    Setahu saya , orang-orang yang beragama selain beragama Islam tidak mengharamkan sesuatu apa pun asalkan makanan itu tidak mendaratkan kepada diri-diri mareka sendiri. Tetapi yang saya tahunya Ulama-ulama Islam itu sendiri mengharamkan itu dan ini .

    Sedangkan Nabi sendiri Tuhan melarang mengharamkan sesuatu yang di halalkan oleh Allah :
    A001
    66:1 Wahai Nabi! Mengapa engkau haramkan apa yang dihalalkan oleh Allah bagimu, (kerana) engkau hendak mencari keredaan isteri-isterimu? (Dalam pada itu, Allah ampunkan kesilapanmu itu) dan Allah sememangnya Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

    Tetapi orang-orang Kafir Musyrikin lah yang meharamkan selain yang di haramkan oleh Allah dalam Quran 2:173 - 16:115 - 6:145 - 5:3 )
    karena mareka sendiri mengaku dihari akhirat didalam Neraka  :
    A148
    6:148 Orang-orang musyrik akan mengatakan: "Kalau Allah menghendaki tentulah kami dan datuk nenek kami tidak mempersekutukanNya (dengan sesuatu yang lain), dan tidak pula kami haramkan sesuatu apa pun". Demikianlah juga orang-orang yang dahulu sebelum mereka telah mendustakan (Rasul-rasul) sehingga mereka merasai azab seksa Kami. Katakanlah: Adakah kamu mempunyai (sesuatu keterangan yang berdasarkan) ilmu supaya dapat kamu tunjukkan kepada kami? Tiadalah kamu menurut melainkan sangkaan semata-mata, dan kamu pula tidak lain hanyalah berdusta".

    Setahu saya orang-orang beragama selain beragama Islam seperti orang Budda, Hindu dan lain-lain selain agama Islam tidak mengharamkan apa-apa pun asalkan makanan yang mareka makan itu tidak membahyakan diri mareka bila mareka memakan makanan itu.
    Tapi yang saya tahunya adalah orang-orang Islam itu sendiri yang meharamkan makan itu dan makan ini, inilah yang saya sangat keliru siapakah orang-orang kafir yang sebenarnya yang mengharamkan makanan yang Allah halal itu ??? 
  2. semunya adalah Halal kecewali ada dalil Haram dalam kitab Quran , dalam kitab Hadis Bukhari, Muslim dllnya , dalam kitab-kitab Ulama Fiqih, dan apa-apa yang di haramkan oleh ijma' Ulama dan jenis makanan yang tidak ada tanda halal
    karena makanan itu syubhat halal dengan haram dari itu lebih baik jangan makan akan makanan-makanan yang tidak ada tanda HALAL itu.
 Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .

******
6
Tentang Hukum Syara'
ada 2 pendapat
  1. ikut hukum Syara' yang ada dalam Quran : A013
    42:13 Allah telah menerangkan kepada kamu - di antara perkara-perkara agama yang Ia tetapkan hukumnya - apa yang telah diperintahkanNya kepada Nabi Nuh, dan yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), dan juga yang telah Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa serta Nabi Isa, iaitu: "Tegakkanlah pendirian agama, dan janganlah kamu berpecah belah atau berselisihan pada dasarnya". Berat bagi orang-orang musyrik (untuk menerima) yang engkau seru mereka kepadanya. Allah memilih serta melorongkan sesiapa yang dikehendakiNya untuk menerima agama tauhid itu, dan memberi hidayah petunjuk kepada agamaNya itu sesiapa yang rujuk kembali kepadaNya (dengan taat).
    A018
    45:18 Kesudahannya Kami jadikan engkau (wahai Muhammad) menjalankan satu Syariat (yang cukup lengkap dalam Quran itu) dari hukum-hukum agama; maka turutlah Syariat itu, dan janganlah engkau menurut hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (perkara yang benar).
    A021
    42:21 Patutkah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang menentukan - mana-mana bahagian dari agama mereka - sebarang undang-undang yang tidak diizinkan oleh Allah? Dan kalaulah tidak kerana kalimah ketetapan yang menjadi pemutus (dari Allah, untuk menangguhkan hukuman hingga ke suatu masa yang tertentu), tentulah dijatuhkan azab dengan serta-merta kepada mereka (yang berbuat demikian). Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
  2. ikut hukum Syara' yang ada dalam kitab Quran, dalam kitab Hadis Bukhari, Muslim dllnya , dalam kitab-kitab Ulama Fiqih, dan apa-apa yang di haramkan oleh ijma' Ulama . 
 Dan Golongan yang ke (3)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 2 pandapat Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 2 pendapat mareka itu atau kalau ada lagi pendapat selain dari 2 pendapat Ulama itu , maka pilihlah yang mana kita rasa yakin pendapat yang benar .
******
7
Pendik kata umat Islam berpecah 3 :
1. Golongan yang hanya berpegang kepada Quran semata-mata . Jadi golongan ini kalau ada perintah dalam Quran mareka kerjakan , dan kalau tidak ada perintah dalam Quran mareka tidak kerjakan cuntuhnya "sembahyang lima waktu" dalam Quran ada perintah di makian maka mareka tidak kerjakannya

2. Golongan yang berpegang kepada Quran dan Hadis . Jadi golongan ini kalau tidak ada dalam Quran tapi ada dalam Hadis mareka kerjakan cuntuhnya "sembahyang lima waktu" maka mareka kerjakan karena "sembahyang lima waktu" itu ada dalam Hadis .
3. Golongan yang berpegang kepada Quran dan Hadis dan Ulama-ulama . Jadi mareka ini kalau tidak ada perintah dalam Quran dan tidak perintah dalam Hadis , tapi ada Ulama kerjakan mareka kerjakan cuntuhnya dalam vdo di bahwah ini
Atau boleh di katakan umat Islam berpecah pada 3 puak :

(1) Golongan yang percaya bahwa , Quran Hadis dan Ijmaak Ulama itu adalah sama , karena , kalau ada orang yang ingkar salah satu dari 3 itu di hukum Kafir .

(2) Golongan yang percaya bahwa Quran dan Hadis Shohih itu adalah sama , karena , kalau ada orang ingkar satu dari 2 itu di hukum Kafir 
Ada pun orang yang Ingkar Ijmak Ulama itu tidak di hukum Kafir kalau orang itu ingkar hukum Ijmak Ulama itu yang berlawan dengan Hadis Shohih .

(3) Golongan yang percaya hanya kitab-kitab Tuhan saja dan kitab-kitab Tuhan yang tersebut dalam Quran  , yaitu Taurat Zabur Injil dan Quran adalah sama , kalau ada orang yang ingkar salatu dari kitab-kitab Tuhan itu di hukom Kafir .
Ada pun orang yang ingkar Hadis Shohih dan ingkar Ijmak Ulama yang berlawan dengan Quran itu tidak di hukum Kafir seperiti tentang rukun Iman , rukun iman dalam Quran ada 5 saja sedang dalam Hadis dan Ijmak ulama kata ada 6 , lalu ingkari Hadis dan terima Quran . karena Hadis Shohih dan Ijmak Ulama itu tidak termasuk dalam Rukun Iman yang wajib percaya . sehingga ada Ulama-ulama yang menyunatkan baca Talqin mengajar orang mati dalam kubur itu pun tidak di suruh orang mati dalam kubur itu menjawab soalan mungkar dan nangkir dalam kubur itu bahwa dia beriman kepada Quran , dan Hadis Shohih dan Ijmak Ulama , hanya di suruh beriman percaya kepada kitab Quran saja .
Kesimpulannya :
1. Golongan yang percaya bahwa , Quran Hadis , Ijmaak Ulama dan Qias itu adalah sama , menghukum Kafir terhadap golongan yang ke 2 , kerana mareka itu ingkari Ijmak Ulama dan Qias , dan di hukum Kafir juga terhadap golongan yang ke 3 karena mareka ingkar Hadis , Ijmaak Ulama dan Qias .

2 Golongan yang percaya bahwa Quran dan Hadis Shohih itu adalah sama , menghukum Kafir terhadap golongan yang ke 3 karena mareka itu ingkar Hadis Shohih .

3 Golongan yang percaya hanya kitab-kitab Tuhan saja dan kitab-kitab Tuhan yang tersebut dalam Quran  , yaitu Taurat Zabur Injil dan Quran adalah sama , tidak mengafirkan mana-mana golongan , asalkan mareka percaya kepada Allah dan hari akhirat dan tidak menyengutukan Tuhan dan berbuat kerja-kerja yang baik maka mareka tidak berdukacita di hari akhirat nanti :
A081
2:81 Bahkan, sesungguhnya sesiapa yang berbuat kejahatan dan ia diliputi oleh kesalahannya itu, maka merekalah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.
A082
2:82 Dan orang-orang yang beriman serta berbuat kerja-kerja yang baik, merekalah ahli syurga, mereka kekal di dalamnya.
A062
2:62 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasora (Nasrani), dan orang-orang Saabien sesiapa di antara mereka itu beriman kepada Allah dan (beriman kepada) hari akhirat serta berbuat kerja-kerja yang baik, maka bagi mereka pahala balasannya di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Orang buddha berkata :

ใครทำดีได้ดี ใครทำชัวได้ชัว
Sapo-sapo buat baik dapat baik , sapo-sapo buat jahat dapat jahat 

Asalkan kita tiak Syirik , karena Syirik kalau kita tak sepat taubah Allah subhanahu wataala tak akan ampun dosanya . yang lain-lain masih dengan kemurahan Allah subhanahu wataala walau pun kita tak sepat taubat dengan kemurahan Allah subhanahu wataala  masih ada kemungkinan lagi diampuni oleh Allah subhanahu wataala, tetapi kalau Syirik , sebab itu bila Syirik ini kalau kita tak sepat taubat, tak ada harapan lagi 
A048
4:48 Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya. Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.

Ada pun orang-orang yang suka kafir mengafirkan sesama orang yang percaya kepada Allah dan Hari akhirat ini di takuti termasuk ayat-ayat di bawah ini :

A031
30:31 Hendaklah kamu (wahai Muhammad dan pengikut-pengikutmu) sentiasa rujuk kembali kepada Allah (dengan mengerjakan amal-amal bakti) serta bertaqwalah kamu kepadaNya; dan kerjakanlah Solat ; dan janganlah kamu menjadi dari mana-mana golongan orang musyrik -
A032
30:32 Iaitu orang-orang yang menjadikan fahaman agama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing serta mereka pula menjadi (politikberpuak-puak; tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya (dari fahaman dan amalan yang terpesong itu).
A003
7:3 (Katakanlah kepada mereka wahai Muhammad): "Turutlah apa yang telah diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu(Quran) dan janganlah kamu menurut pemimpin-pemimpin yang lain dari Allah; (tetapi sayang) amatlah sedikit kamu mengambil peringatan".

Boleh jadi karena kebanggan tersebut , mareka yang menyengutukan allah dengan Ulama itu, benci kepada seruan agar jangan berpecah belah dalam agama . seperti bunyi firman Allah berikutnya :
A013
42:13 Allah telah mensyariatkan kepada kamu - di antara perkara-perkara agama yang Ia tetapkan hukumnya - apa yang telah diperintahkanNya kepada Nabi Nuh, dan yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), dan juga yang telah Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa serta Nabi Isa, iaitu: "Tegakkanlah pendirian agama, dan janganlah kamu berpecah belah atau berselisihan pada dasarnya". Berat bagi orang-orang musyrik (untuk menerima agama tauhid) yang engkau seru mereka kepadanya. Allah memilih serta melorongkan sesiapa yang dikehendakiNya untuk menerima agama tauhid itu, dan memberi hidayah petunjuk kepada agamaNya itu sesiapa yang rujuk kembali kepadaNya (dengan taat kepada Quran).

Orang-orang yang memecah belah dalam agama sama lah dengan Ulama Yahudi dengan Ulama Nasrani :
A113
2:113 Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai sesuatu pegangan (agama yang benar)"; dan orang-orang Nasrani pula berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan (agama yang benar)"; padahal mereka membaca Kitab Suci masing-masing (Taurat dan Injil). Demikian juga orang-orang (musyrik dari kaum Jahiliyah) yang tidak berilmu pengetahuan, mengatakan seperti yang dikatakan oleh mereka itu. Maka Allah akan menghukum (mengadili) di antara mereka pada hari kiamat mengenai apa yang mereka berselisihan padanya.
Agama yang benar


Untuk menyelesaikan masalah di atas itu , handaklah kita beli kitab-kitab mareka itu supaya kita dapat menguji tentang kebenaran ajaran agama Islam di antara kitab-kitab mareka itu . seperti
  1. Quran kitab Tuhan sudah ada yang di terjemahkan kebahasa yang kita paham .
  2. Hadis kitab Ulama Hadis sudah ada yang di terjemahkan kebahasa yang kita paham .
  3. Fiqih kitab Ulama Fiqih sudah ada yang di terjemahkan kebahasa yang kita paham .
Ketiga-tiga kitab ini hukumnya berbeza, karena lain pengarangnya maka lain lah hukumnya .

Cuntuhnya hukum haram makan jenis daging binatang  :
  1. Quran haram hanya satu saja yaitu haram makan daging khinzir/babi (Q 2:173 - 16:115 - 6:145 - 5:3 ) .
  2. Hadis haram  makan daging khinzir/babi dan daging binatang bertaring dan burung berkuku tajam yang ganas .
  3. Fiqih haram makan  daging khinzir/babi dan daging binatang bertaring dan burung berkuku tajam yang ganas dan daging binatang labi-labi , biawok dll .
Kesimpulannya :
  1. kalau menurut hukum dari Tuhan dalam kitabnya Quran , "semua daging binatang adalah halal bagi yang mau memakannya malain daging khinzir/babi saja yang di haram memakankannya "(Q 2:173 - 16:115 - 6:145 - 5:3 ) , tiap-tiap yang halal tidak wajib makan, seperti daging ayam halal , tapi ada orang Islam tak makan .
  2. kalau menurut hukum dari Ulama Hadis dalam Hadis mareka , " semua daging binatang adalah halal bagi yang mau memakannya malainkan daging khinzir/babi dan daging binatang bertaring dan burung berkuku tajam yang ganas saja yang di haram memakankannya "
  3. kalau menurut hukum dari Ulama Fiqih dalam kitab Fiqih mareka "semua daging binatang adalah halal bagi yang mau memakannya , malainkan daging khinzir/babi dan daging binatang bertaring dan burung berkuku tajam yang ganas dan daging binatang labi-labi , biawok dll yang di haram memakankannya"
Pendik kata ketiga-tiga Golong ini ada Qaidah masing-masing :

(1) Golongan yang semata-mata berpegan hanya Quran .
  1. Tentang hal makanan atau perkerjaan : "semua makanan dan perkerjaan adalah Halal, kecewali ada dalil dalam Quran  yang mengatakan Haram barulah mareka katakan itu adalah Haram".
  2. Tentang hal Ibadah : "semua Ibadah adalah Haram di kerjakan, kecewali ada dalil dalam Quran  yang memerintahkan burulah boleh di kerjakan" .
(2) Golongan yang berpegan hanya Quran dan Hadis .
  1. Tentang hal makanan atau perkerjaan : "semua makanan dan perkerjaan adalah Halal, kecewali ada dalil dalam Quran dan Hadis yang mengatakan Haram barulah mareka katakan itu adalah Haram".
  2. Tentang hal Ibadah : "semua Ibadah adalah Haram di kerjakan kecewali ada dalil dalam Quran dan Hadis  yang memerintahkan burulah boleh di kerjakan" .
(3) Golongan yang berpegan hanya Quran dan Hadis dan Ijmak Ulama
  1. Tentang hal makanan atau perkerjaan : "semua makanan dan perkerjaan adalah Halal, kecewali ada dalil dalam Quran dan Hadis dan Ijmak Ulama yang mengatakan Haram barulah mareka katakan itu adalah Haram".
  2. Tentang hal Ibadah : "semua Ibadah adalah Haram di kerjakan, kecewali ada dalil dalam Quran dan Hadis dan Ijmak Ulama  yang memerintahkan burulah boleh di kerjakan" .
******
 Dan Golongan yang ke (4)
Adalah bagi kita orang awam hanya pilih antara 3 golongan dari Ulama Islam yang di atas itu, karena kita orang awam berhak memilih antara 3 golongan mareka itu , yang mana kita rasa lebih yakin dan belih benar karena kita masti percaya mengikut apa yang kita yakin Dan kita tidak boleh percaya mengikut orang lain yakin , karen Tuhan berfirman :
A036
17:36 Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya.
A116
6:116 Dan jika engkau menurut kebanyakan orang yang ada di muka bumi, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah; tiadalah yang mereka turut melainkan sangkaan semata-mata, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.

Itu semua diri masing-masing lah yang berhak membuat keputusannya :
  1. Kalau kita rasa lebih yakin hukum dalam kitab Tuhan Quran ikutlah kitab Quran,
  2. Kalau kita rasa lebih yakin hukum dalam kitab Ulama Hadis ikutlah kitab Hadis  
  3. Kalau kita rasa lebih yakin hukum dalam kitab Ulama Fiqih ikut lah kitab Fiqih .
A018
39:18 Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum agama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna.

Kita hanya di minta untuk mengikuti apa yang paling baik , yang paling baik menurut kita , belum tentu paling baik menurut orang lain , tapi itu bukan masaalah utama , ketakwaan adalah utama , kumitmin/janji kita pada apa yang sudah kita yakini , itu lah yang utama

Kaum Buddah berkata  :
Setiap orang ada kepercayaan masiang-masing , tetapi dalam kepercayaannya itu harus di selidiki , apakah kepercayaan atau keyakinan kita itu telah di redai oleh Tuhan atau tidak .

Dari itu kita masti berpegang dan beribadah mengikuti apa yang kita yakin ,  dan keyakinan kita tetap berbeza dengan apa orang lain yakin sehingga tak dapat di satukan lagi .
A113
2:113 Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai sesuatu pegangan (agama yang benar)"; dan orang-orang Nasrani pula berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan (agama yang benar)"; padahal mereka membaca Kitab Suci masing-masing (Taurat dan Injil). Demikian juga orang-orang (musyrik dari kaum Jahiliyah) yang tidak berilmu pengetahuan, mengatakan seperti yang dikatakan oleh mereka itu. Maka Allah akan menghukum (mengadili) di antara mereka pada hari kiamat mengenai apa yang mereka berselisihan padanya.

Sekian terima kasih ...
******

0 ulasan: